Indonesia Electric Powered Championship
2012
Race Formats and Regulations
1.1 Race Day
Race day diadakan dengan format Heats dan Finals.
Kelas yang dipertandingkan adalah Super Stock, Stock, FWD dan M-Chassis.
Race diadakan di permukaan asphalt atau carpet tergantung fasilitas yang tersedia di lokasi balap yang ditentukan.
Heats
Heats akan dilaksanakan sebanyak tiga kali masing-masing selama 5 menit dan akan diambil satu heat terbaik.
Pengelompokan peserta dalam setiap group heat merupakan wewenang penuh panitia.
Jarak antar group adalah 3 menit dan tidak ada permintaan penambahan waktu dari peserta karena menggunakan staggered start.
Race director akan memanggil nomor peserta dalam staggered start.
Jump start akan dikenakan penalty stop n go yang akan dilakukan oleh race director.
1.3 Finals
Jumlah pelaksanaan Final adalah sebagai berikut:
Main A dan B : 3 x Run (2 best Finals)
Main C, D, dst : 2 x Run (2 best Finals)
Waktu untuk pelaksanaan final masing-masing kelas adalah sebagai berikut:
Super Stock dan Stock : 8 menit.
FF dan M-Chassis : 5 menit.
Jarak antar final adalah 3 menit, permintaan waktu diperbolehkan untuk pemain, yaitu 5 menit dari waktu yang ditentukan dengan konsekuensi start di belakang peserta terakhir. Hanya diberikan kepada 1 pemain setiap group final.
Jump start akan dikenakan penalty selama 10 detik ditambahkan pada hasil final tersebut.
1.4 Penghitungan Lap
Penghitungan Lap menggunakan Club Transponder dan Personal Transponder.
Pemasangan Transponder secara baik dan benar menjadi tanggung jawab masing-masing peserta. Panitia tidak bertanggung jawab atas kegagalan penghitungan karena transponder terlepas/jatuh dari mobil.
Kegagalan hitung karena club transponder tidak beroperasi dengan baik (bukan karena hal pada point 1.4 b) menjadi tanggung jawab panitia, tidak berlaku untuk penggunaan personal transponder.
1.5 Kondisi Hujan.
Apabila terjadi hujan pada saat pelaksanaan heat atau final, maka keputusan untuk menghentikan race ada pada pelaksana harian komite.
Hasil race bisa diakui apabila semua group telah berjalan minimum 1 x heat di setiap group/kelas, apabila tidak mencukupi maka race akan ditunda.
Jumlah heat dan final yang diakui adalah yang telah secara utuh dijalankan setiap groupnya. Contoh : Group 1 dan 2 berjalan 2 heat/final, group 3 hanya 1 heat/final, maka yang diakui hanya 1 kali heat/final.
1.6 Scrutineering
Pada saat Heat, peserta dengan hasil 1-5 pada run tersebut akan dipanggil oleh race director untuk dilakukan scrut pada setiap akhir run.
Pada saat final, scrut akan dilakukan kepada semua peserta setiap akhir run.
Selama scrut berlangsung peserta tidak boleh berada dalam area scrut, pelanggaran dapat dikenakan diskualifikasi.
Panitia berhak melakukan scrut ke setiap peserta dan hasil scrut merupakan hak penuh komite untuk memutuskan dan tidak bisa dibatalkan oleh peserta.
1.7 Penggunaan nomor mobil
Setiap mobil menggunakan minimum 2 nomor mobil dan ditempelkan pada sisi kiri dan kanan mobil.
Penggunaan nomor kendaraan tidak sesuai dengan seharusnya akan dikenakan diskualifikasi.
1.8 Peserta dapat dikeluarkan dari Heat atau Final :
Menghalangi secara sengaja peserta yang akan overlap, bisa dikeluarkan setelah peringatan ketiga.
Mobil dianggap membahayakan peserta lainnya.
Perilaku peserta di drive stand melakukan tindakan-tindakan yang tidak mendukung sportifitas. Contoh : Mengganggu peserta lain atau mencaci maki marshall.
Terdapat bagian dari body, electronic atau chassis yang terlepas.
1.9 Penghitungan Klasemen
a. Seri akan berlangsung sebanyak 5 kali selama satu tahun.
b. Penghitungan point keseluruhan adalah 4 hasil terbaik dari setiap pemain.
Apabila terjadi sama point perhitungan pada 2 peserta maka akan dilihat point tertinggi dari dua peserta selama seri 2012 berlangsung.
Technical Regulations
2.1 Penggunaan Ban
Untuk kelas Super Stock dan M-Chassis penggunaan ban bebas (rubber tire). Max 2 set
Untuk kelas Stock dan FF ban hand out. Max 2 set
Peserta wajib menempelkan sticker panitia pada setiap ban yang digunakan, jika tidak akan diskualifikasi.
2.2 Penggunaan Battery
Penggunaan battery untuk setiap kelas Nimh dan Nicd 6 cell / 7.2Volt, Lipo 2S:7.4V.
2.3 Penggunaan Motor
Untuk kelas Super Stock, motor yang digunakan adalah bebas sampai dengan 10.5R,contoh yang diperbolehkan adalah motor 10.5R,11.5R,13.5R,17.5R dan 21.5R.
Untuk kelas Stock motor 13.5R hand out, FF menggunakan BL 13.5R hand out dan zero timing dan M-chassis motor yang digunakan adalah BL 17.5R hand out dan zero timing.
Untuk kelas stock, maksimum pembelanjaan motor untuk balap adalah 3 pcs selama satu tahun, lebih dari itu adalah wewenang panitia untuk memutuskan.final drive ratio terendah yang diperbolehkan untuk kelas FF adalah 4.600 : 1.
2.4 Penggunaan ESC
Untuk kelas Super Stock dan Stock penggunaan ESC bebas (Turbo Allowed).
Untuk kelas FF dan M-Chassis penggunaan ESC Hand out.
Jika luas track yang digunakan luasnya di bawah 40m x 15m maka penggunaan Turbo dan Timing Boost dilarang.
2.5 Penggunaan Radio
Penggunaan Radio menggunakan system FM atau AM wajib lapor kepada panitia sebelum kegiatan dimulai.
Dilarang pairing radio selama heat atau final berlangsung.
Peserta memastikan radio dalam keadaan mati apabila tidak dipergunakan selama kegiatan berlangsung.
2.6 Penggunaan Body dan Wing
Untuk kelas Touring, body yang digunakan adalah sedan dengan 4 pintu.
Pemasangan wing tidak boleh lebih tinggi dari atap mobil.
Peraturan untuk FWD:
Untuk FD Class, bodi yang diperbolehkan replika realistic bodi mobil FWD sebenarnya dan replica bodi mobil rally yang pernah ada; dalam skala 1/10.
Penggunaan bodi dengan bentuk modifikasi yang ekstensif pada bagian fender samping tidak diperbolehkan. Contoh : Bodi mobil jenis SuperGT dan SuperCar.
Tidak diperbolehkan menggunakan wing jenis bodi mobil touring diperbolehkan (bowl shape).
Tidak diperbolehkan menggunakan bodi mobil jenis touring car. Contoh : Bodi Mazda6 Protoform, etc.
Untuk kelas M-Chassis menggunakan body khusus mini (Lola Not Allowed).
2.7 Penggunaan Chassis
Untuk kelas Super Stock dan Stock penggunaan chassis bebas.
Untuk kelas FF dan M-Chassis penggunaan chassis yang secara design khusus untuk 2WD. (Perubahan dari 4WD ke 2WD tidak diperbolehkan).
2.8 Berat Minimum
Untuk kelas Super Stock, Stock dan FF berat minimum adalah : 1.400 Gram.
Untuk kelas M-Chassis berat minimum adalah 1.200 Gram.
Pengaturan Biaya Peserta
3.1 Biaya Pendaftaran
Untuk setiap kelas biaya pendaftaran adalah Rp. 200.000,-
Apabila peserta mengikuti lebih dari satu kelas biaya pendaftaran Rp. 150.000,- untuk setiap kelasnya.
3.2 Biaya ban untuk kelas Stock dan FF.
Harga retail khusus race day untuk setiap 1 set adalah Rp. 200.000,- (Harga Subsidi Komite).
3.3 Biaya Paket Pendaftaran dan Ban untuk kelas Stock dan FF.
Biaya Registrasi + 2 set ban = Rp. 500.000,-
Biaya Registrasi + 1 set ban = Rp. 350.000,-
Officials
4.1 Active Race Officials
Race Director
Menjaga agar time table heat dan final berjalan sesuai dengan peraturan yang telah ditentukan.
Memberikan sanksi sesuai dengan peraturan kepada peserta yang melanggar peraturan.
Bertindak sebagai wasit dalam jalannya heat dan final agar setiap peserta dapat berkompetisi dengan sportive dan benar.
Assistant Race Director
Bertanggung jawab atas input data peserta.
Pemasangan hasil race setiap heat dan final.
Penghitungan manual apabila club transponder gagal beroperasi.
Apabila tidak ada assistant race director, maka menjadi tugas race director.
Scrutineering Officer
Berwewenang penuh atas pemberian sanksi kepada peserta berdasarkan peraturan yang berlaku dan didukung oleh technical director.
Marshall
Apabila tidak tersedia maka peserta menjadi marshall dengan pengawasan race director.
Apabila peserta menolak, maka race director berhak memberikan sanksi.
Info tambahan :
1. Harga motor hand out 13.5R untuk kelas Touring Stock rp.650.000,-
2. Juara I untuk kelas Super Stock, Stock dan FF Class akan mendapatkan tiket pesawat untuk ikut serta pada event TITC di Thailand 2013.
3. Jika pemenang berhalangan berangkat maka tiket akan diberikan kepada peringkat di bawahnya, dan seterusnya.
4. Akan ada 3 buah tiket pesawat untuk TITC 2013 yang akan diundi, yang berhak mengikuti undian ini adalah pemain yang konsisten mengikuti minimum 4 seri Kejurnas 2012.
5. Apabila pemenang tiket hasil undian berhalangan untuk berangkat maka hadiah tersebut akan hangus dan tidak dapat dipindah tangankan,
6. Semua tiket tidak dapat diuangkan.
Prepared By Committee